Berikut4 puisi bahasa Jawa tentang ibu yang singkat dan penuh makna. ADVERTISEMENT. 4 Puisi Bahasa Jawa tentang Ibu. Adapun puisi bahasa Jawa tentang ibu yang dikutip dari buku Rinumpoko Sesotyo Widosari: Kumpulan Geguritan karya Asih, S.Pd. SD (2021), yakni: 1. Simbok. Wong kang seneng ngapusi nanging. Puisisalah satu bentuk karya sastra yang bisa dipelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Bahkan bisa juga dipelajari sebagai materi pelajaran daerah, misalnya dalam pelajaran Bahasa Jawa. Berikut ini artikel akan menyajikan puisi Bahasa Jawa tentang ibu yang menyentuh. Karena ibu merupakan salah satu orang paling spesial di hidup seseorang. Vay Tiền Nhanh. JAKARTA, - Contoh puisi pendek tentang ibu bisa menjadi referensi karya sastra puitis sekaligus media pengungkapan cinta yang tulus terhadap seluruh ibu yang telah berjuang melahirkan dan membesarkan anaknya yang selalu disayangi. Baca Juga Puisi pendek tentang ibu juga dapat menjadi ucapan selamat hari ibu yang manis dan tentunya menarik. Hal pertama yang perlu dilakukan dalam menulis puisi yakni daftar ide yang bisa menarik inspirasi dari sekitar. Seperti kenangan terbaik yang dimiliki kamu bersama sang ibu. Sebagai putra-putri yang berusaha selalu berbakti kepada ibu, sudah seyogyanya kita berusaha membalas jasa-jasa beliau semampu dan semaksimal mungkin. Puisi juga adalah sebuah karya sastra unik dalam bahasa yang bentuk bahasanya dipilih dan disusun secara cermat, sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup. Baca Juga Dilansir dari berbagai sumber, Jumat 10/6/2022 telah merangkum contoh puisi pendek tentang ibu, sebagai berikut. Contoh Puisi Pendek tentang Ibu Melansir Jurnal Ilmiah Sirok Bastra, Vol. 5 No. 2, Desember 2017, beberapa contoh puisi, diantaranya 1. Ibuku Dehulu Amir Hamzah Ibuku dehulu marah padaku diam ia tiada berkata akupun lalu merajuk pilu tiada peduli apa terjadi matanya terus mengawas daku walaupun bibirnya tiada bergerak mukanya masam menahan sedan hatinya pedih kerana lakuku Terus aku berkesal hati menurutkan setan, mengkacau-balau jurang celaka terpandang di muka kusongsong juga - biar cedera Bangkit ibu dipegangnya aku dirangkumnya segera dikecupnya serta dahiku berapi pancaran neraka sejuk sentosa turun ke kalbu Demikian engkau; ibu, bapa, kekasih pula berpadu satu dalam dirimu mengawas daku dalam dunia. 2. Puisi Ibu Chairil Anwar Pernah aku di tegur Katanya untuk kebaikan Pernah aku dimarah Katanya membaiki kelemahan Pernah aku diminta membantu Katanya supaya aku pandai Ibu . . . . . Pernah aku merajuk Katanya aku manja Pernah aku melawan Katanya aku degil Pernah aku menangis Katanya aku lemah Ibu . . . . . Setiap kali aku tersilap Dia hukum aku dengan nasihat Setiap kali aku kecewa Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat Setiap kali aku dalam kesakitan Dia ubati dengan penawar dan semangat dan bila aku mencapai kejayan Dia kata bersyukurlah pada Tuhan Namun . . . . . Tidak pernah aku lihat air mata dukamu Mengalir di pipimu Begitu kuatnya dirimu…. Ibu . . . . . Aku sayang padamu…. Tuhanku…. Aku bermohon padaMu Sejahterakanlah dia Selamanya….. 3. Ibu Wiji Thukul Ibu pernah mengusirku minggat dari rumah Tetapi menangis ketika aku susah Ibu tak bisa memejamkan mata Bila adikku tak bisa tidur karena lapar Ibu akan marah besar Bila kami merebut jatah makan yang bukan hak kami Ibuku memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang Ketabahan ibuku Mengubah rasa sayur murah menjadi sedap Ibu menangis ketika aku mendapat susah Ibu menangis ketika aku bahagia Ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda Ibu menangis ketika adikku keluar penjara Ibu adalah hati yang rela menerima Selalu disakiti oleh anak-anaknya Penuh maaf dan ampun Kasih sayang Ibu adalah kilau sinar kegaiban Tuhan Membangkitkan haru insan dengan kebijakan Ibu mengenalkan aku kepada Tuhan 4. Bunda Airmata Emha Ainun Najib Kalau engkau menangis Ibundamu yang meneteskan air mata Dan Tuhan yang akan mengusapnya Kalau engkau bersedih Ibundamu yang kesakitan Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan- hiburan Menangislah banyak-banyak untuk Ibundamu Dan jangan bikin satu kalipun untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu Kalau Ibundamu menangis, para malaikat menjelma butiran-butiran air matanya Dan cahaya yang memancar dr airmata ibunda membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala menutup pintu sorga bagimu 5. Ibu Mustofa Bisri Ibu, Kaulah gua teduh Tempatku bertapa bersamamu sekian lama Kaulah kawah, Darimana aku meluncur dengan perkasa Kaulah bumi, yang tergelar lembut bagiku melepas lelah dan nestapa Gunung yang menjaga mimpiku siang dan malam Mata air yang tak brenti mengalir Membasahi dahagaku Telaga tempatku bermain Berenang dan menyelam Kaulah, ibu, laut dan langit Yang menjaga lurus horisonku Kaulah, ibu, mentari dan rembulan Yang mengawal perjalananku Mencari jejak surga di telapak kakimu Tuhan, aku bersaksi Ibuku telah melaksanakan amanatMu Menyampaikan kasih sayangMu Maka kasihilah ibuku Seperti Engkau mengasihi kekasih-kekasihmu Amin 6. Sajak Ibunda Rendra Mengenangkan ibu adalah mengenangkan buah-buahan. Istri adalah makanan utama. Pacar adalah lauk-pauk. Dan Ibu adalah pelengkap sempurna kenduri besar kehidupan. Wajahnya adalah langit senja kala. Keagungan hari yang telah merampungkan tugasnya. Suaranya menjadi gema dari bisikan hati nuraniku. Mengingat ibu, aku melihat janji baik kehidupan. Mendengar suara ibu, aku percaya akan kebaikan manusia. Melihat foto ibu, aku mewarisi naluri kejadian alam semesta. Berbicara dengan kamu, saudara-saudaraku, aku pun ingat kamu juga punya ibu. Aku jabat tanganmu, aku peluk kamu di dalam persahabatan. Kita tidak ingin saling menyakitkan hati, agar kita tidak saling menghina ibu kita masing-masing yang selalu, bagai bumi, air dan langit, membela kita dengan kewajaran. Maling juga punya ibu. Pembunuh punya ibu. Demikian pula koruptor, tiran, fasis, wartawan amplop, anggota parlemen yang dibeli, mereka pun punya ibu. Macam manakah ibu mereka? Apakah ibu mereka bukan merpati di langit jiwa? Apakah ibu mereka bukan pintu kepada alam? Apakah sang anak akan berkata kepada ibunya “Ibu aku telah menjadi antek modal asing; yang memproduksi barang-barang yang tidak mengatasi kemelaratan rakyat, lalu aku membeli gunung negara dengan harga murah, sementara orang desa yang tanpa tanah jumlahnya melimpah. Kini aku kaya. Dan lalu, ibu, untukmu aku beli juga gunung bakal kuburanmu nanti.” Tidak. Ini bukan kalimat anak kepada ibunya. Tetapi lalu bagaimana sang anak akan menerangkan kepada ibunya tentang kedudukannya sebagai tiran, koruptor, hama hutan, dan tikus sawah? Apakah sang tiran akan menyebut dirinya sebagai pemimpin revolusi? Koruptor dan antek modal asing akan menamakan dirinya sebagai pahlawan pembangunan? Dan hama hutan serta tikus sawah akan menganggap dirinya sebagai petani teladan? Tetapi lalu bagaimana sinar pandang mata ibunya? Mungkinkah seorang ibu akan berkata “Nak, jangan lupa bawa jaketmu. Jagalah dadamu terhadap hawa malam. Seorang wartawan memerlukan kekuatan badan. O, ya, kalau nanti dapat amplop, tolong belikan aku udang goreng.” Ibu, kini aku makin mengerti nilaimu. Kamu adalah tugu kehidupanku, yang tidak dibikin-bikin dan hambar seperti Monas dan Taman Mini. Kamu adalah Indonesia Raya. Kamu adalah hujan yang dilihat di desa. Kamu adalah hutan di sekitar telaga. Kamu adalah teratai kedamaian samadhi. Kamu adalah kidung rakyat jelata. Kamu adalah kiblat nurani di dalam kelakuanku. 7. Puisi Ibu Kahlil Gibran Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan. Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan. Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan. Manusia yang kehilangan ibunya berarti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat dan menjaganya tanpa henti. Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang susuk Ibu. Matahari adalah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannya dengan pancaran panasnya. Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari, meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan siulan burung-burung dan anak-anak sungai. Dan bumi adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bungan menjadi ibu yang baik, bagi buah-buahan dan biji-bijian. Ibu sebagai pembentuk dasar dari seluruh kewujudan dan adalah roh kekal, penuh dengan keindahan dan cinta. Follow Berita Celebrities di Google News Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis tidak terlibat dalam materi konten ini. Puisi Tentang Ibu – Ibu menjadi salah satu orang paling berjasa bagi setiap anak. Dalam ajaran Islam, kedudukan ibu sangatlah mulia. Bahkan, lebih tinggi dibandingkan dengan ayah. Setiap ibu telah berjuang dengan penuh pengorbanan bagi anak-anaknya. Sebab beliaulah yang mengandung selama 9 bulan dan melahirkan dengan taruhan nyawa. Kasih sayangnya untuk sang anak juga selalu mengalir tanpa kenal waktu. Maka tak heran jika kemudian banyak sekali lagu-lagu yang dibuat khusus untuk para ibu. Tak hanya lagu atau nyanyian saja, apresiasi terhadap perjuangan setiap ibu juga dituangkan dalam puisi tentang ibu. Kedudukan Ibu dalam Islam1. Dimuliakan oleh Allah2. Sosok wanita yang kuatReview Berbagai Puisi Tentang Ibu1. Puisi karya Chairil Anwar2. Puisi Joko Pinurbo3. Puisi Arifin C Noer4. Puisi Muhammad Rois Rinaldi5. Puisi karya Ahmad Mustofa Puisi Mustafa Ismail7. Puisi karya Arief MunandarSejarah Hari Ibu1. Perancis2. Jepang3. InggrisContoh-contoh Puisi Tentang IbuIbuKaulah Bidadari Surga Kedudukan Ibu dalam Islam Seperti yang telah disebutkan di atas, ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam agama Islam. Wanita memang sangat dimuliakan, terutama ibu. Setiap anak wajib untuk berbakti kepada orangtua. Tak hanya dalam Al-Quran saja, kemuliaan ibu juga tertulis dalam setiap hadis nabi. Ibu menjadi cermin baik buruknya sebuah rumah tangga atau keluarga. Sebab ibu yang baik dan salehah tentunya akan mengajarkan hal-hal baik kepada para anak-anaknya. Selain itu, ibu yang baik tentu juga akan berbakti kepada suaminya, sehingga kondisi rumah tangga menjadi lebih tenteram. kehadiran seorang ibu dalam keluarga sangatlah penting. Tanpa sosoknya, sebuah keluarga tentu akan terasa sangat kurang. Dalam agama Islam tentu kita juga sering kali mendengar bahwa surga berada di telapak kaki ibu. Itulah mengapa semua anak harus senantiasa berbakti dan memperlakukan ibunya dengan penuh kasih sayang dan hati-hati. Sebab ibu menjadi sosok mulia di mana ridhanya menjadi surga bagi anak-anaknya. Berikut adalah beberapa keutamaan Ibu dalam agama Islam 1. Dimuliakan oleh Allah Allah memberikan keutamaan pada para ibu, yang menjadi sosok mulia di mata Allah. Ibu diberikan anugrah untuk meneruskan keturunan dengan mengandung dan melahirkan seorang bayi. Dan tak semua wanita mendapatkan kesempatan itu, sehingga ibu dianggap istimewa. Maka dari itu, menjadi seorang ibu juga sangat patut untuk disyukuri. Berbahagia Lah bagi para ibu di dunia. 2. Sosok wanita yang kuat selanjutnya ibu juga diberikan kekuatan lebih oleh Allah. Di mana ibu diberikan kekuatan dalam keadaan apapun, apalagi saat mengandung bayi di perutnya. Tak mudah tentu membawa bayi yang ada di dalam perut dalam setiap aktivitas, apalagi bagi mereka yang sedang hamil tua. Tanpa kekuatan dari Allah tersebut, ibu tak akan sekuat itu, seperti keutamaan dan kekuatan yang telah Allah berikan kepada Maryam. Ada banyak sekali penyair yang membuat puisi untuk semua ibu. Seperti Joko Pinurbo, Chairil Anwar, Gus Mus, dan masih banyak penyair lainnya. Karya-karya mereka dilatarbelakangi oleh sosok ibu yang selalu menjadi panutan bagi para putra putrinya. Sikap dan sifatnya yang penuh kasih sayang dan tanpa mengenal lelah atau balas jasa apapun, memang patut diapresiasi. Sajak-sajak menyentuh yang mereka buat berisi penghormatan dan berbagai hal lain yang menggambarkan sosok mulia seorang ibu. Berikut ini adalah ulasan dari karya puisi tentang ibu dari para sastrawan Indonesia 1. Puisi karya Chairil Anwar Puisi pertama datang dari sastrawan terkenal yaitu Chairil Anwar. Beliau menuliskan sebuah puisi indah dengan tema ibu. Puisi ini bercerita tentang bagaimana sang penulis mendapat perlakuan dari sang ibu. Setiap ibu memiliki cara tersendiri untuk membimbing dan mendidik anaknya. Kesabaran dan ketelatenan itulah yang mencoba dituangkan oleh Chairil. Meski cara yang mereka lakukan berbeda, ada yang mendidik dengan penuh kelembutan, ada pula yang mendidik dengan penuh ketegasan. Meski semua itu berbeda-beda, namun pengorbanan dan tujuan seorang ibu tetaplah sama, yaitu memberikan kasih sayang demi kebaikan sang anak. Seperti dalam penggalan sajaknya, “Setiap kali aku tersilap, ia hukum aku dengan nasehat. Setiap kali aku kecewa, dia bangun di malam sepi untuk bermunajat. Setiap kali aku dalam kesakitan, dia obati aku dengan penawar dan semangat.” 2. Puisi Joko Pinurbo Selanjutnya ada sajak yang dibuat oleh Joko Pinurbo. Sajak tentang ibu yang menyayat hati ini dibuat oleh Joko dengan kata yang indah dan menyentuh. Pengorbanan seorang ibu yang membesarkan dan mendidik anaknya seorang diri dituangkan dalam lirik-lirik sajaknya. Dalam puisi tersebut dikisahkan perjuangan seorang ibu yang suaminya sedang berjuang untuk negara. Ia harus mengurus sendiri anak-anaknya. Bahkan ibu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan batin maupun lahir. Cerita puisi ini juga dapat dimaknai sebagai kisah perjuangan seorang pendidik di sekolah, yang selalu menghadapi banyaknya murid nakal. Meski begitu, ia tetap berjuang dan memberikan yang terbaik. Dengan harapan, anaknya kelak menjadi anak yang jauh lebih baik lagi. Hingga akhirnya, doa sang ibu hanya bersambut pada orang-orang yang sabar dan menahami perjuangan dan pengorbanan ibu mengasuh sendirian. Seperti dalam penggalan sajaknya yang berbunyi “Ibu itu mengasuh anaknya sendirian, sejak suaminya dipinjam negara untuk dijadikan kelinci dalam percobaan sistem keamanan.” 3. Puisi Arifin C Noer Kemudian ada puisi tentang ibu dari Arifin C Noer. Puisi ini menggambarkan kasih yang diberikan oleh ibu sepanjang masa. Seperti dalam lagu yang seringkali dinyanyikan anak kecil. Hal itu juga kembali disampaikan oleh Arifin dalam bait puisinya. Di mana pengorbanan seorang ibu memang tak patut diragukan lagi. Adapun puisi berjudul Perempuan Bernama Kesabaran ini memiliki penggalan sajak sebagai berikut “Adakah kau seperti perempuan yang bernama kesabaran? Apabila malam menutup pintu-pintu rumah, masih saja ia duduk menjaga anaknya yang sedang gelisah dalam tidurnya.” Puisi ini juga berisi pengorbanan ibu yang selalu mendahulukan kebutuhan sang anak. Ibu rela menukar keinginannya dengan kebahagiaan sang buah hati. Tak hanya itu saja, setiap kali anaknya melakukan kesalahan, tentu mereka akan segera memaafkan tanpa perlu diminta. 4. Puisi Muhammad Rois Rinaldi Sajak dari Muhammad Rois Rinaldi tentang ibu berjudul Dari Balik Jendela. Puisi tentang ibu ini menceritakan kesedihan seorang ibu yang ditinggalkan oleh anak-anaknya. Di tengah kesedihan tersebut, ada terbesit bayangan jika anaknya masih ada. Akan tetapi, tentu saja hal tersebut sia-sia, sebab Tuhan telah memberikan jalan bagi kematian anaknya. Anaknya yang telah meninggal tak mungkin dapat dikembalikan lagi. Penggalan puisi sedih Muhammad Rois ini memberikan sajak yang amat dalam, seperti yang ada dalam penggalannya, yang berbunyi “Kini, pada kerut wajahmu, ada kesedihan, ada kenakalan, ada kepergianku, ada kesendirianmu dan engkau berdoa, kembali hening dalam sepertiga malam. 5. Puisi karya Ahmad Mustofa Bisri. Puisi tentang ibu selanjutnya juga ditulis oleh Gus Mus atau Mustofa Bisri. Beliau merupakan seorang penyair yang karyanya sudah banyak dibukukan. Salah satu sajaknya tentang ibu bercerita mengenai pengorbanan ibu yang tak akan bisa dibalas jasanya oleh anak-anak. Sajak berjudul Ibu ini mengisahkan betapa berat perjuangan ibu saat mengandung dan melahirkan. Tak hanya itu, ibu pun dengan penuh kesabaran merawat dan membesarkan anak-anaknya. Beliaulah yang mendidik dan menjaganya supaya tumbuh menjadi pribadi yang baik. Maka dari itu sudah sepantasnya seorang ibu memiliki kedudukan yang tinggi di mata para anak-anaknya. Dan wajib hukumnya bagi mereka untuk senantiasa taat dan berbakti kepada ibu. Penggalan sajaknya berbunyi seperti berikut “Kaulah, ibu, mentari dan rembulanku. Yang mengawal perjalananku. Mencari jejak sorga di telapakmu.” 6. Puisi Mustafa Ismail Selanjutnya adalah puisi karya Mustafa Ismail. Apabila seorang anak ditanya, siapa orang paling mereka cintai, sebagian besar pasti akan menjawab ibunya. Pengorbanan setiap ibu memang akan membuat haru anak-anaknya jika diceritakan. Kasih dan sayang yang diberikan sedari anak lahir, tak akan bisa dibalas dengan apapun. Hal tersebut dituliskan oleh Mustafa dalam lirik-lirik sajaknya. Dalam penggalan liriknya, ia berusaha menggambarkan betapa luasnya kasih yang ibu berikan. Penggunaan kata-kata yang tepat memberikan suasana haru bagi siapapun yang membacanya. Semua yang ia tuliskan mewakili isi hati setiap anak yang ingin mengucapkan rasa terima kasih yang dalam pada semua ibu di dunia. 7. Puisi karya Arief Munandar Berikutnya ada puisi tentang ibu yang dibuat oleh penyair Arief Munandar. Karyanya memberikan sebuah renungan bagi para anak , bahwa selama ini ibu telah merelakan banyak hal untuk kebahagiaan mereka. Tak hanya materi saja, jika kita telusur kembali, ibu telah berkorban waktu dan tenaganya demi membesarkan anak-anaknya. Ia pun rela melakukan apapun asal anaknya bahagia. Sebuah perenungan ini hendaknya memberikan pencerahan kepada setiap pembaca supaya memiliki sikap yang baik dan tetap berbakti pada ibunya, apapun keadaannya. Sejarah Hari Ibu Mulianya seorang ibu bahkan sampai dibuat hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Hari ibu menjadi hari besar yang diperingati oleh banyak orang. Biasanya mereka memperingati hari ini dengan berbagai pesan dan kegiatan positif. Beberapa bahkan memberikan hadiah dan kejutan istimewa untuk para ibunya. Hari ibu menjadi spesial bagi para ibu untuk menerima ungkapan terima kasih dari para anak-anaknya. Sebenarnya peringatan ini telah ada sejak era Presiden Soekarno. [ 25/1/2022] Si_Bad Penetapan tanggal 22 tersebut mengacu pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang saat itu digelar pada 22-25 Desember 1928. Pelaksanaan tersebut dilakukan setelah adanya Kongres Pemuda II. Kongres Perempuan tersebut dilaksanakan di Yogyakarta, tepatnya berada di Ndalem Joyodipuran. Gedung yang dipakai untuk kongres perempuan itu kini telah menjadi Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional. Letaknya berada di Jl Brigjen Katamso, Yogyakarta. Ada sekitar 600 perempuan dari berbagai daerah yang mengikuti kongres tersebut. Dan mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik suku, agama, ataupun pekerjaannya. Tanggal atau hari pertama kongres itulah yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Ibu. Di berbagai negara, Hari Ibu dirayakan dengan cara yang berbeda-beda. Berikut ini adalah tradisi yang dilakukan di beberapa negara 1. Perancis Di sana, hari ibu dirayakan setiap tanggal 26 Mei. Peringatannya dilakukan untuk memperingati hari meninggalnya para suami di perang Dunia II. Bagi para istri yang ditinggalkan suaminya karena PD II tersebut dulu diberikan medali khusus oleh walikota Perancis. Selain itu juga dirayakan dengan memberikan bunga, kue, dan hadiah kepada para ibu. 2. Jepang Jepang memiliki waktu tersendiri untuk merayakan hari ibu, yaitu setiap tanggal 12 Mei. Biasanya akan diadakan lomba menggambar ibu bagi para anak-anak kecil. Kemudian hasil karya mereka akan dipamerkan ke berbagai penjuru negeri. Selain itu mereka juga biasa merayakan dengan memberi bunga anyelir warna merah yang diberikan tulisan Selamat Hari Ibu kepada para ibu di sana. 3. Inggris Di Inggris, hari Ibu diperingati setiap hari Minggu, yaitu tiga pekan sebelum Paskah. Biasanya juga diperingati pada pertengahan Maret dan April. Istilah hari ibu di sana dikenal dengan istilah Mothering Sunday. Hari itu dijadikan waktu bagi para ibu untuk berkumpul bersama anak-anaknya. Para ibu yang merantau akan banyak yang pulang di hari-hari tersebut. Peringatannya juga dilakukan dengan memberikan bunga, kartu ucapan, ataupun hadiah lainnya. Tak hanya diberikan kepada ibu kandung saja, namun juga kepada para nenek, ibu tiri, maupun ibu mertua. Contoh-contoh Puisi Tentang Ibu Sosok ibu memang menjadi inspirasi bagi banyak orang. Inspirasi tersebut kemudian dituangkannya dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah melalui puisi. Anak-anak SD juga kerap kali diminta untuk membuat puisi tentang ibu. Tentu, hal ini untuk memupuk rasa sayang mereka pada sosok yang tak kenal lelah itu. Supaya sedari kecil, mereka terbiasa menyadari bahwa ibu adalah sosok yang patut untuk dikagumi dan terutama dihormati. Berikut ini adalah contoh-contoh puisi tentang ibu dari berbagai penulis Ibu Senyummu adalah harapan Langkah kakimu adalah impian Sinar matamu adalah masa depan dan air matamu adalah pemberontakan Kaulah Bidadari Surga Ibu.. 9 bulan.. Aku dalam kandunganmu Sakitmu… Keringatmu… Air matamu… Ibu… Engkaulah jalan surgaku Tak Ada Dunia Tanpamu Ibu Griselda, SDN Pajagalan II Ibu kau telah melahirkanku Ketika aku bayi, Kau selalu memberi asi padaku Aku sangat sayang pada ibu Aku sangat cinta pada ibu Kau selalu menuruti apa yang aku minta Aku janji, Jika aku sudah besar nanti Aku akan menuruti apa yang ibu minta Tidak ada dunia tanpa engkau ibu Surga ada di telapak kaki ibu Ibu Rahadatul, Majalah INO Ohh Ibu Engkau yang melahirkanku Serta merawatku Ibu juga yang menggendongku Sampai aku berumur satu tahun Alangkah bahagianya Waktu aku kecil dulu Ibu sudah mengajariku Apa saja yang belum kutahu Itulah tadi puisi tentang ibu yang banyak ditulis oleh penyair Indonesia. Betapa setiap ibu telah mempunyai pengorbanan masing-masing. Kasihnya yang seluas samudra tak akan pernah habis ia berikan pada anaknya. Maka jangan sampai seorang anak menyakiti hati ibunya. Perlakukan ibu dengan baik, sebab kita tak akan bisa membalas jasa-jasanya. Masih banyak pula puisi yang ditulis oleh penyair lainnya. Dapatkan buku-buku kumpulan puisi terbaik lainnya di BACA JUGA Kumpulan Contoh Puisi Bertema Keluarga Penuh Makna Contoh Puisi Anak Sekolah SD, SMP, dan SMA Berbagai Tema Pengertian Puisi Jenis-Jenis, Contoh, dan Cara Membuat Puisi List Best Seller Buku Puisi ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Ibu adalah malaikat bagi seorang anak di dunia. Kasih sayang ibu tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Jasa ibu sangatlah besar bagi seorang anak. Sejak ibu mengandung, dia merasakan ketidaknyamanan dan mengalami perubahan bentuk tubuh. Ketika melahirkan anak ke dunia, dia mempertaruhkan nyawanya. Ketika anak masih bayi, ibu yang merawat anak, menyusui dan rela terbangun tengah malam. Bahkan ketika sudah dewasa, kasih sayang ibu masih melimpah untuk anaknya. Puisi tentang ibu rasanya tidak cukup untuk menggambarkan kasih sayangnya. Karena keistimewaan seorang ibu, ada hari khusus yang disebut dengan hari ibu. Setidaknya, puisi bisa mewakili isi hati kita untuk ibu di hari istimewa itu. Puisi ini bisa menjadi ungkapan kerinduan jika Parents adalah sedang di perantauan atau untuk mereka yang ibunya sudah berada di surga. Baca juga Puisi Inspiratif di Hari Ibu Kumpulan Puisi Pendek Tentang Kasih Sayang Ibu 1. “Saat Ku Menutup Mata” Saat ku menutup mata bunda Aku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh air Saat ku menutup mata bunda Aku tak ingin hati itu seakan tergores Saat ku menutup mata bunda Aku ingin bibir itu tersenyum Aku tidak ingin engkau terluka Bunda Mungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimu Tapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggup melepaskanku Bunda Aku hanya ingin engkau merelakanku Dan mengantar kan aku pulang ke rumahku dengan senyumm Saat ku menutup mata bunda Aku ingin kau tau bahwaku Menyayangimu Bahwa aku Mencintaimu Aku bahagia bisa jadi anakmu Oleh Fahmi Mohd 2. “Ibu, Malaikatku” Ibu… Di sini kutulis cerita tentangmu Nafas yang tak pernah terjerat dusta Tekad yang tak koyak oleh masa Seberapa pun sakitnya kau tetap penuh cinta Ibu… Tanpa lelah kau layani kami Dengan segenap rasa bangga dihati Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu Kau terus berjalan diantara duri-duri Ibu… Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia Selalu kuharapkan kau terus bersamaku Dengan cinta berikan petuahmu Ibu.. Kaulah malaikatku Penyembuh luka dalam kepedihan Penghapus dahaga akan kasih sayang Sampai kapanpun itu.. Aku akan tetap mencintaimu.. Oleh Mosdalifah Baca Juga Selamat Hari Ibu- Sebuah Tulisan yang Indah dari Seorang Ibu 3. “Menangislah Bunda”, Puisi tentang Ibu yang Mengharu Biru Bunda, aku memang tak melihat, hari di mana kau dilahirkan, tetapi aku yakin, hari itu pastilah hari yang indah, langit memerah jambu, awan berdesakan hendak turun, mentari mengerlingkan mata, sorepun tak ingin beranjak menjadi malam, karena gembiranya dunia, menyambut kehadiran wanita mulia. Bunda, aku memang tak melihat, hari di mana aku dilahirkan, hari yang kau senyumi, hari yang kutangisi, hari yang tak pernah kunanti, karena ketakutanku yang amat sangat, tentang sebuah balas budi, dan janji-janji bakti, yang tak mungkin kupenuhi, untuk mewujudkan harapanmu. Bunda, aku masih bisa melihat senyummu, kurang lebih, hampir sama seperti senyummu dulu, ketika kau melahirkanku, tetapi ijinkan aku bertanya, bukankah bulan tak selamanya purnama? dan embun pagi akan diteguk binatang melata, akupun telah tak telanjang lagi, karena berbaju tebal keangkuhan, maka seyogyanya, menangislah bunda. OlehRananda 4. “Sajak Indah Untuk Ibu” Dunia ini sangat memesona Terangkai kasih bermuara Cantik bagai permasuri raja Cahaya kemerlap hiasi permata Arah mata angin itu memancar Terlihat anggun pesonamu ibu Seolah tinta ingin menulis sejarah Karena cinta ibu berlabuh Wahai ibu Perjuanganmu menawan Doa-doamu terlantunkan Perhatianmu tercurahkan Sentuhanmu menghangatkan Saat senja pada peraduan Ibu tetap ramah senyuman Bagai gelas-gelas kaca mengkilau Menggoyahkan hati insan Saat dunia berkata Siapakah yang elok dan rupawan itu? Bibir ini hanya mampu berucap Ya dialah ibuku Baca Juga Menyambut Hari Ibu, Ini 50 Quotes Ibu yang Menyentuh Hati untuk Anaknya 5. “Kau Menguatkanku”, Puisi tentang Ibu dari Anak yang Mencintainya Aku tak bisa berkata Rasa syukur ini Setiap hari setiap waktu Kau habiskan bersamaku Peluk dan cintamu menuntunku Bijaksanamu membangunkanku Cintamu tak pernah surut Ketika aku lemah, Kau selalu menggenggam tanganku Agar aku kuat menjalani hidup Terimakasih bu, Kau selalu menataku Mengarungi waktu demi waktu Kau selalu terjaga Hingga sampai kini Kau selalu membenarkan kesalahanku Kau selalu mengembalikanku menuju kebeneranan Maafku selalu kau terima Hingga aku tak bersedih Terimakasih Bu 6. “Tak Pernah Beristirahat” Di atas tempat tidurku Kau mengasihi Di dapur, Kau koki terbaik Di mana-mana Kau dokter terhebat Tak pernah beristirahat Di luar, Kau melatihku Di taman, Kau pelindungku Di sekolah, Kau penjagaku Tak pernah beristirahat Aku tak pernah menyadari Semua yang kau lakukan Banyak sekali, Kini izinkan aku, Mengatakan cinta padamu Cinta yang sangat tulus Terimakasih atas semuanya, Bu Kerja keringatmu di setiap waktu Merawat dan menjagaku Tak pernah lelah 7. “Cinta Seorang Ibu” karya Helen Steiner Cinta seorang ibu adalah sesuatu yang berarti yang tidak ada yang bisa menjelaskan, Cinta seorang ibu terbuat dari pengabdian yang mendalam dan pengorbanan dari rasa sakit, Cinta seorang ibu tidak ada habisnya dan tidak egois dan bertahan apa pun yang terjadi, Karena tidak ada yang bisa menghancurkannya atau mengambil cinta itu pergi, Cinta seorang ibu sabar dan pemaaf ketika semua orang lain meninggalkan, Dan cinta seorang ibu tidak pernah gagal atau terputus-putus meski hati sedang patah, Dan cinta seorang ibu bersinar dengan segala keindahannya dari permata yang paling langka dan paling cemerlang, Ini jauh melampaui definisi, Cinta seorang ibu menentang semua penjelasan, Dan itu masih menjadi rahasia seperti misteri penciptaan, Banyak keajaiban yang luar biasa manusia tidak bisa mengerti Dan bukti menakjubkan lainnya dari tangan penuntun Tuhan yang lembut. 8. Ibu Super Karya Joanna Fuchs Ibu, kamu adalah ibu yang luar biasa, Begitu lembut, namun begitu kuat. Banyak cara yang kamu tunjukkan bahwa kamu peduli. Ibu sabar saat aku melakukan kesalahan, Ibu memberikan bimbingan ketika aku bertanya, Tampaknya kamu dapat melakukan hampir semua hal, Ibu adalah master dari setiap tugas. Ibu adalah sumber kenyamanan yang dapat diandalkan; Ibu adalah bantalku saat aku jatuh. Ibu membantu di saat-saat sulit; Ibu mendukungku setiap kali aku menelepon. Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu, Ibu memiliki rasa hormatku sepenuhnya. Jika aku memiliki pilihan, Ibu akan menjadi orang yang aku pilih! 9. Maafkan Aku, Ibu Akulah sang pengukir mimpi Yang menghendaki pergi berasal dari sunyi Yang hanyut oleh gelisah Dan ditelan rasa bersalah Ibu, kaulah matahariku Terang dalam gelapku Kau tuntun aku di jalur berliku Yang penuh oleh batu Ucapanmu bagaikan kamus hidupku Aku berteduh dalam naungan doamu Memohon ampunan darimu Karena rida Allah adalah ridamu Aku senang memilikimu Ibu Karena engkau sinar hidupku Kaulah kunci berasal dari kesuksesanku Ibu, maafkan aku 10. Ibu dan Misteri Karya Joanna Fuchs Bu, cintamu adalah sebuah misteri Bagaimana kamu bisa melakukan itu semua? Ibu selalu ada di sana dan memperbaiki hal dengan sempurna Untuk masalahku, besar dan kecil. Cintamu melindungiku hari demi hari, Jadi aku tidak takut, aku aman dan sehat. Aku merasa bisa melakukan apa saja Kapan pun ibu ada. Ibu, cintamu adalah sebuah misteri, Aku tidak punya petunjuk Mengapa kamu mencintaiku sepanjang waktu, Tapi saya sangat senang kamu melakukannya! *** Itulah beberapa kumpulan puisi tentang ibu. Mana favorit Parents? Baca juga Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

puisi bahasa jepang tentang ibu